• Oaktour

Sinyal Bisnis Penerbangan Pulih, Bandara Ramai & Peluncuran Rute Baru

Kepercayaan masyarakat untuk terbang di masa pandemi perlahan mulai kembali.

Calon penumpang dengan menerapkan jaga jarak mengantre untuk lapor diri di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (10/7/2020). Di masa tatanan normal baru, lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta pada periode 1-5 Juli 2020 rata-rata sebanyak 355 penerbangan per hari, atau naik dibandingkan periode sama bulan lalu yang rata-rata 243 penerbangan per hari.


Bandara-bandara di Indonesia mulai menunjukkan kenaikan pergerakan pesawat. Sejumlah maskapai membuka kembali rute yang sebelumnya ditutup karena pandemi corona.

Tanda-tanda pulihnya bisnis penerbangan?


Di antara bandara yang mencatatkan rekor lalu lintas penerbangan adalah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Pada Kamis (20/8), frekuensi penerbangan di Soekarno-Hatta mencapai 530 penerbangan.


Angka tersebut adalah rekor tertinggi sejak masa pandemi Covid-19. Pada hari yang mengawali libur panjang akhir pekan (long weekend) hingga 23 Agustus 2020 itu, optimalisasi slot time penerbangan yang mencapai 40%- 45%.


Sebelumnya puncak kesibukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta sempat terjadi pada Jumat, 14 Agustus 2020. Saat itu, pergerakan pesawat mencapai 524 penerbangan atau 43,6% dari kapasitas yang ada yakni 1.200 penerbangan/hari. Sedangkan jumlah penumpangnya mencapai 45.745 orang dalam sehari.


Salah satu faktor pendorong tingginya jumlah penerbangan pada 14 Agustus salah satunya adalah libur akhir pekan Panjang menjelang perayaan kemerdekaan. "Ini menandakan pola perjalanan masyarakat dengan pesawat sudah mulai pulih kembali, di mana pada kondisi normal penerbangan pada periode long weekend memang cukup tinggi," kata President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.


Sebelumnya di tengah pandemi Covid-19, pergerakan pesawat pada April 2020 hanya sekitar 200 penerbangan per hari. Adapun pada Mei 2020 sekitar 100 penerbangan per hari dan pada Juli 2020 juga sekitar 300 penerbangan per hari.



Awaluddin menilai bahwa adanya peningkatan menjadi indikator terjaganya kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan nasional di tengah pandemi. "Kami berharap tren peningkatan pergerakan pesawat dan jumlah penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta ini dapat terjaga,” ujarnya.


PT Angkasa Pura II (Persero) pun mengadakan survei terhadap terhadap 240 orang berusia kurang dari 20-49 tahun di Bandara Soekarno-Hatta. Studi dengan metode dipstick survey ini diharapkan dapat menggambarkan apa yang mendorong lalu lintas penerbangan mulai pulih.


Dalam survei tersebut, sebanyak 51% responden menyatakan paham, dan sisanya 49% responden sangat paham terhadap protokol kesehatan. Tingkat pemahaman penumpang terhadap protokol kesehatan cukup tinggi sehingga membuat operasional penerbangan di bandara berjalan lancar.


Kemudian, sebanyak 67% responden nyaman, dan 26% sangat nyaman dengan layanan dan fasilitas di bandara di masa pandemi ini. Tercatat juga sebanyak 64% responden yakin, 27% responden sangat yakin, dan sisanya 9% tidak yakin terhadap tingkat keamanan penerbangan.




Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon B Prawiraatmadja mengatakan, Safe Travel Campaign dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penerbangan nasional.


Di Soekarno-Hatta, jumlah traffic atau pergerakan pesawatnya sudah menembus angka target psikologis kami di 500 penerbangan per hari. “Artinya masyarakat sudah percaya diri lagi untuk terbang," katanya.


Lonjakan lalu lintas udara dan ramainya penumpang di bandara diharapkan menjadi penanda pulihnya bisnis penerbangan yang sebelumnya ‘terinfeksi’ virus corona. Fenomena tersebut mengindikasikan kembalinya geliat ekonomi dari aktivitas manusia di tengah pandemi.


Pemerhati Transportasi Djoko Setijowarno menyatakan, pemulihan ekonomi juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang mempercepat belanja anggaran. "Mobilitas antar pulau bergerak. Perjalanan tugas dan bisnis mulai ada," ujarnya.


Pembukaan Rute dan Obral Tiket Lonjakan lalu lintas penerbangan dan jumlah penumpang di bandar aitu tentunya didukung oleh kebijakan maskapai. PT Garuda Indonesia Tbk misalnya, membuka 11 rute baru untuk penerbangan domestik. Begitu juga AirAsia yang membuka empat rute.


Beberapa rute tersebut tak sepenuhnya baru, melainkan sempat ditutup saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pengetatan penerbangan di berbagai wilayah. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, "Rute baru tersebut untuk memenuhi permintaan penumpang.”


Sebelas rute baru tersebut meliputi Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara - Denpasar pergi pulang (PP), Bandung melalui Bandara Husein Sas tranegara - Medan (PP), Balikpapan - Berau (PP), Balikpapan - Makassar (PP), Balikpapan - Yogyakarta (PP), dan Balikpapan - Banjarmasin (PP).


Kemudian, Makassar - Berau (PP), Makassar - Manado (PP), Banjarmasin - Yogyakarta (PP), Surabaya - Lombok (PP), dan Yogyakarta - Palembang (PP).


Tak hanya membuka rute, Garuda juga menawarkan diskon harga tiket untuk menarik penumpang. Misalnya, tiket rute Surabaya-Lombok untuk kelas bisnis senilai Rp 1,43 juta, sedangkan untuk kelas ekonomi Rp 733 ribu.


Kemudian, tiket rute Balikpapan - Yogyakarta untuk kelas bisnis seharga Rp 1,41 juta, sedangkan untuk kelas ekonomi senilai Rp 1,15 juta. Sementara penerbangan Bandung - Denpasar dibanderol dengan harga Rp 837.200 untuk kelas ekonomi.


Selain Garuda, AirAsia juga memberikan penawaran terbang lebih hemat dengan diskon 20% di semua rute domestik. Diskon tersebut juga berlaku untuk empat rute yang akan kembali beroperasi mulai 1 September 2020 yaitu Denpasar - Labuan Bajo, Denpasar - Lombok, Denpasar - Yogyakarta, dan Denpasar - Solo.


Penawaran diskon 20% tersedia mulai hari ini hingga 26 Agustus 2020, dengan jadwal penerbangan mulai 1 September hingga 6 Desember 2020. Harga tiket tersebut juga mencakup bagasi 15 kilogram.


Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga menjelaskan, “Ini saat yang tepat bagi AirAsia Indonesia bersama stakeholder penerbangan nasional lainnya untuk terus menjaga momentum pertumbuhan jumlah penumpang pasca libur panjang di dua pekan terakhir.


” Menurutnya, AirAsia menerapkan standar ketat dalam pengangkutan penumpang dan barang sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah, otoritas penerbangan sipil dan badan kesehatan setempat dan global, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Seluruh armada AirAsia juga telah dilengkapi dengan fitur penyaring udara HEPA (High Efficiency Particulate Arresters) yang dapat memperbarui udara di kabin setiap 2-3 menit dan menyaring 99.9% partikel debu dan kontaminan di udara seperti virus dan bakteri.


Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Sinyal Bisnis Penerbangan Pulih, Bandara Ramai & Peluncuran Rute Baru" , https://katadata.co.id/pingitaria/berita/5f43e22ac78cb/sinyal-bisnis-penerbangan-pulih-bandara-ramai-peluncuran-rute-baru/1

Penulis: Pingit Aria

Editor: Pingit Aria


#penerbangan #kembali #membaik #pasca_covid19 #oaktour #tiket_pesawat


Email

Whatsapp

0812 1111 2295

Call center

0812 1111 2295

arrow&v

Follow us

Payment Partner

Airlines Partner

  • Facebook
  • Instagram

© 2019 Tiketumrah.com By OAKTOUR.